Usaha Rumahan Makanan Ringan Kekinian Yang Menjanjikan

Kali ini saya akan menjelaskan beberapa usaha rumahan makanan ringan kekinian ,Hampir setiap daerah di Indonesia punya beragam kuliner khas masing-masing. Hal ini yang membuat bisnis kuliner tidak akan pernah mati.

Bukan hanya makanan yang mengenyangkan saja seperti rumah makan padang atau warung tegal. Memilih usaha makanan ringan juga punya peluang tersendiri untuk meraih kesuksesan.Apalagi salah satu usaha rumahan ini tidak memerlukan modal yang besar.

Tak heran jika anda bisa merintis usaha sendiri hanya dengan modal minimal Rp 100.000 saja. Disamping itu, Anda juga tidak harus menyewa tempat untuk berjualan. Karena pemasaran untuk makanan sejenis cemilan sangat mudah. Anda bisa menitipkan ke warung-warung dan minimarket didaerah anda. Sehingga tanpa menyewa kios pun anda tetap bisa meraih banyak keuntungan.

1. Keripik Singkong

Keripik Singkong

Bisa dibilang keripik singkong sudah ada sejak lama. Maka tak heran jika menyebutnya sebagai makanan ringan legendaris. Keripik singkong menjadi salah satu jenis cemilan yang paling dicari oleh masyarakat karena rasanya yang renyah dan enak. Tak heran jika para pebisnis berlomba-lomba menjadikan keripik singkong sebagai jenis produk yang mereka andalkan.

Meskipun demikian, bukan berarti tidak ada peluang sama sekali untuk para pelaku usaha UKM agar bisa sukses berjualan keripik singkong. Keripik singkong yang dijual di supermarket biasanya menetapkan harga cukup tinggi. Sehingga ini bisa menjadi peluang tersendiri untuk anda. Anda bisa menyasar konsumen kalangan menengah kebawah.

Agar keripik singkong anda tidak kalah bersaing dengan kompetitor sejenis. Anda harus memberikan inovasi baru agar keripik singkong anda terlihat kekinian. Salah satu caranya dengan mencoba membuat keripik singkong lebih kreatif. Misalnya keripik singkong pedas, keripik singkong balado atau keripik singkong manis pedas.

Bagaimana dengan analisa usaha ini? Agar produksi keripik singkong anda berjalan dengan baik. Sebaiknya anda membeli mesin perajang singkong agar proses produksi anda lebih cepat. Selain itu, potongan singkong juga akan lebih halus dan sama rata. Carilah mesin perajang yang manual jika modal yang anda miliki cukup terbatas. Sementara untuk kompor dan gas tentunya anda sudah memilikinya.

Berikut ini analisa usaha keripik singkong :

Modal awal

Mesin perajang singkong : Rp 250.000
Alat pres kemasan : Rp 150.000
Lain-lain : Rp 100.000
Total biaya sebesar Rp 500.000

Biaya operasional per bulan

Singkong 10 kg per hari @ Rp 4.000 x 10 kg x 30 = Rp.1.200.000
Bumbu-bumbu per hari @ Rp 30.000 x 30 = 900.000
Minyak goreng 30 liter sebulan @ 12.000 x 30 = Rp 360.000
Isi ulang gas elpiji Rp 20.000 x 5 = Rp 100.000
Plastik pembungkus : Rp 10.000 x 15 = Rp 150.000
Gaji pegawai 1 orang : Rp 700.000
Total biaya sebesar Rp 3.410.000

Omset yang didapat :

(100 bungkus x Rp 2.000) x 30 hari = Rp 6.000.000

Keuntungan bersih yang didapat

omset – biaya operasional
Rp 6.000.000 – Rp 3.410.000 = Rp 2.590.000.

Sebelum melanjutkan membaca Usaha Rumahan Makanan Ringan Kekinian Yang Menjanjikan saya juga memiliki Resep Kue Untuk Dijual Di Warung Dengan Harga Yang Terjangkau

2. Keripik Tempe

Keripik Tempe

Usaha makanan ringan kriuk yang kedua ialah keripik tempe. Hampir sama dengan keripik singkong. Keripik tempe juga memiliki tempat tersendiri bagi para penikmat kuliner tanah air. Rasanya yang enak dan gurih menjadikan makanan ini cukup digemari.

Sayangnya keripik tempe tidak bisa bertahan lama layaknya keripik singkong. Hal ini yang mungkin menyebabkan para pebisnis bermodal besar jarang memproduksi keripik tempe. Namun, bukan berarti keripik tempe tidak laku loh. Banyak juga para pelaku UKM yang mampu memasukkan keripik tempe ke beberapa supermarket besar.

Agar sukses dalam menjalankan bisnis rumahan yang satu ini. Anda harus sedikit berkreatifitas untuk menciptakan kemasan yang menarik. Bisa dari bentuk keripik atau pun jenis rasanya.

Berikut ini analisa usaha keripik tempe :

Modal awal

Mesin pengiris tempe manual : Rp 250.000
Alat pres kemasan : Rp 150.000
Lain-lain : Rp 500.000
Total biaya sebesar Rp 900.000

Biaya operasional per bulan

Tempe kedelai @ 100.000 x 30 = Rp.3.000.000
Tepung Terigu @ 25.000 x 30 = 750.000
Tepung Beras @ 25.000 x 30 = 750.000
Bumbu-bumbu @ Rp 20.000 x 30 = 600.000
Minyak goreng 50 liter @ 12.000 x 50 = Rp 600.000
Isi ulang gas elpiji Rp 20.000 x 10 = Rp 200.000
Plastik pembungkus : Rp 20.000 x 10 = Rp 200.000
Gaji pegawai 1 orang : Rp 700.000

Total biaya sebesar Rp 6.800.000

Omset yang didapat :

(75 bungkus x Rp 4.000) x 30 hari = Rp 9.000.000

Keuntungan bersih yang didapat

omset -biaya operasional
Rp 9000.000 – Rp 6.800.000 = Rp 2.200.000.

3. Keripik Pisang

Keripik Pisang

Dalam dunia perkulineran, buah pisang bukan hanya dijadikan sebagai makanan pencuci mulut saja. Banyak orang yang mencoba membuat berbagai jenis makanan dengan bahan baku pisang. Dan untuk jenis makanan ringan yang sangat populer adalah keripik pisang.

Keripik pisang mungkin menjadi salah satu makanan ringan tradisional. Namun, bukan berarti akan kalah bersaing dengan jenis makanan ringan jaman sekarang. Buktinya banyak orang yang sukses berbisnis keripik pisang.

Berikut ini analisa usaha keripik pisang :

Peralatan usaha

Mesin perajang pisang : 250.000
Alat pres kemasan : 150.000

Total 400.000

Biaya operasional per bulan

Pisang gepok @ 50.000 x 30 = Rp.1.500.000
Air kapur @ 5.000 x 30 = 150.000
Bumbu-bumbu @ Rp 5.000 x 30 = 150.000
Minyak goreng 30 liter @ 12.000 x 30 = Rp 360.000
Isi ulang gas elpiji Rp 20.000 x 5 = Rp 100.000
Plastik pembungkus : Rp 10.000 x 15 = Rp 150.000

Total biaya operasional sebesar Rp 2.410.000

Omset yang didapat :

(30 bungkus x Rp 5.000) x 30 hari = Rp 4.500.000

Keuntungan bersih yang didapat

omset -biaya operasional
Rp 4.500.000 – Rp 2.410.000 = Rp 2.090.000.

Jika resep di atas dirasa kurang anda juga bisa membaca Inspirasi usaha rumahan dengan modal yang kecil

Similar Posts