Tanaman Untuk Pakan Ternak

Di artikel saya kali ini akan membahas tentang tanaman untuk pakan ternak yang bernutrisi tinggi. Untuk kaalian para peternak pastinya harus memperhatikan pakan yang akan diberikan untuk hewan ternak. Hal ini pastinya bertujuan agar hewan ternak tumbuh dengan baik.

Mari langsung saja kita bahas tentang beberapa tanaman untuk pakan ternak yang bernutrisi tinggi di bawah ini.

Jenis Tanaman Untuk Pakan Ternak

Pakan untuk ternak umumnya berasal dari rumput liar yang dipotong pada pinggir – pinggir sungai, hutan, dan sawah. Pola beternak akan sangat berpengaruh pada rendahnya produktivitas ternak, serta rendahnya pendapatan dari usaha tani ternak. Oleh karena itu sangat diperlukan pengenalan teknologi, salah satunya adalah jenis – jenis tanaman pakan ternak yang kualitasnya baik.

Diperkirakan di dunia terdapat sekitar kurang lebih 10.000 species rumput. Dari sekian banyak itu ada kisaran biomassa yang dihasilkan sangat beragam. Demikian juga dengan kandungan nutrisinya. Rumput merupakan salah satu pakan pokok ternak ruminansia seperti sapi, kambing dan domba.

Rumput dengan kandungan serat kasarnya sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan dan fungsi rumen. Keberadaan serat yang terkandung dalam hijauan pakan menjadi sumber energi bagi mikroba rumen. Demikian halnya dengan mineral serta protein (terutama dari legum) merupakan sumber N untuk bakteri dan protein produk.

Oleh karena itu keberhasilan usaha ternak sapi, kambing, ataupun domba sangat bergantung pada ketersediaan pakan hijauan. Untuk mendapatkan produktivitas ternak yang cukup tinggi, diperlukan hijauan pakan dengan jumlah yang cukup juga dan nutrisi yang baik.

Tanaman untuk pakan juga dapat digolongkan sebagai sumber serat kasar, sumber energi, dan sumber protein. Yang tergolong sumber serat dan energi salah satunya adalah rumput (family Graminae) seperti rumput alam, rumput gajah, king grass, daun jagung, dan lain-lain.

Dan yang tergolong sumber protein adalah jenis kacang-kacangan (family leguminosa) seperti gamal (glirisidae), indigofera, turi, lamtoro, stylo, daun kacang tanah, dan lain-lain. Dalam komponen pakan ternak ruminansia, hijauan selalu mendapat porsi terbanyak yang diberikan yaitu sekitar 60-100%.

Diantara beberapa jenis hijauan tersebut, ada yang mengandung nutrisi tinggi, mudah dibudidayakan. Berikut penjelasannya :

1. Gamal (glirisideae)

Di wilayah Kepulauan Bangka Belitung biasa disebut dengan dadap. Gamal sering juga dapat digunakan sebagai tiang panjat sekaligus naungan tanaman lada karena tanamannya berbentuk pohon. Namun belum terlalu banyak diketahui sebagai pakan ternak sumber protein.

Kandungan protein kasar yang terkandung dalam daun gamal berkisar sekitar 18-24%. Gamal tidak dianjurkan untuk diberikan dalam jumlah banyak. hal ini disebabkankarena  kandungan serat kasarnya rendah dan dapat menyebabkan kembung.

Gamal dapat diberikan dalam ransum ternak sapi maksimal hingga 10% dari komposisi. Perbanyakan dapat dilakukan dengan menggunakan biji dan stek. Gamal mudah tumbuh, dan cocok untuk hidup daerah tropis.

2. Indigofera (indigofera sp)

Indigofera termasuk dalam kelompok leguminosa pohon. Saat ini Indigofera sp telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak ruminansia salah satunya termasuk kambing. Leguminosa pohon ini memiliki prodiktivitas yang tinggi dan kandungan nutrien yang cukup baik. Terutama pada kandungan proteinnya yang tinggi.

3. Rumput Raja

Rumput Raja adalah salah satu jenis tanaman perenial yang membentuk rumpun, daya adaptasi yang baik di daerah tropis, tumbuh baik pada tanah yang tidak terlalu lembab. Jenis rumput raja merupakan salah satu sumber serat kasar, dimana kandungannya 32,6%.

Disamping itu protein kasarnya cukup tinggi yaitu hingga mencapai 15,67%. Dapat diperbanyak menggunakan stek. Jumlah anakan pada rumput raja lebih banyak dari pada rumput gajah, dimana jumlah anakkannya berkisar 15-25 batang.

4. Rumput gajah

Rumput gajah merupakan salah satu rumput tropika yang mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan serta tahan terhadap kekeringan. Jenis rumput tersebut mempunyai produksi tinggi, palatabel dan pertumbuhannya cepat.

Penanaman dapat dilakukan dengan cara stek, dapat dipanen pada umur 60 hst. Pemanenan berikutnya dapat dilakukan setiap 40 hari. Tinggi tanaman dapat mencapai ,8 m sampai 4,5 m. Rumput gajah salah satu merupakan sumber serat kasar dan energi. Kandungan serat kasarnya mencapai 34,2% dan protein 10,2%. Di Indonesia produksi segar rumput Gajah jenis Hawaii dapat mencapai 277 ton/ha/tahun (36 ton/ha/tahun bahan kering).

Rumput gajah odot

Rumput gajah dwarf termasuk salah satu rumput unggul yang berasal dari Philipina dimana rumput ini mempunyai produksi yang lumayan tinggi. Selain itu mampu menghasilkan banyak anakan, mempunyai akar kuat, batang yang tidak keras dan mempunyai ruas-ruas daun yang banyak serta struktur daun yang muda sehingga sangat disukai oleh ternak. Walaupun rumput ini lebih pendek yaitu 1-1,5 m.

Demikiaan artikel yang dapat saya tulis. Semoga bernmanfaat. Mungkin anda tertarik untuk mempelajari tentang Macam Macam Konsentrat dan Cara Mengelola Pakan Ternak Organik Yang Baik Dan Benar

Similar Posts