pemilik kopi klotok pakem

Pemilik Kopi Klotok Pakem – siapa sih yang tidak mengenalnya ? seorang ibu yang memiliki warung ini sangatlah tawadu’. biasa juga disebut sebagai ibu yang tawadu’.

 

Ibu Yani

Ibu yani itulah ibu yang memiliki warung kopi klotok pakem. Kenapa saya sebut sebagai ibu yang tawadu’?  karena bagaimana tidak seorang yang memiliki warung sama seperti pelayan, ikut mencarikan tempat duduk, membantu mengambil gelas dan piring yang tidak terpakai lagi. Biasanya para pemilik itu tinggal duduk manis dirumah tetapitidak dengan ibu yani ini.

Beliau selalu membantu dan hampir semua pekerjaanya karyawan ibu yani selalu ada dan selalau hadir. Ikut membantu apa yang dibutuhkan bahkan sampai tidak terlihat kalau yang memiliki warung adalah ibu tersebut.

Kini bisnis yang dibuka pada September tahun lalu itu mulai menjadi tempat tujuan penggemar wisata kuliner di Kota Semarang dan sekitarnya. Kawasan Secang yang terletak di lereng Gunung Sumbing memang terkenal berhawa sejuk. Dengan modal Rp100 juta.

Pram dan Yani panggilan akrab keduanya menjadikan kawasan tersebut sebagai inspirasi usaha kuliner tradisional. Kopi klotok dan nasi sayur lodeh menjadi menu utama yang ditawarkan Omah Ngopi Kopi Klotok.

 

Pendapat Dari Pemilik Kopi Klotok Pakem

Menurut ibu Yani, kopi klotok sebetulnya sama dengan kopi tubruk lain. Namun, yang membedakannya adalah dari cara pengolahan yang akan disajikan ke pengunjung.Biji kopi yang dipakai di Omah Ngopi adalah biji kopi lokal dari Lampung dan Cepu yang diolah secara tradisional.

pemilik kopi klotok pakem

Apa yang diprediksi oleh ibu Yani dan Pram tidaklah meleset.Pada awal pembukaan Omah Ngopi Kopi Klotok, sajian menu utama mereka ludes hanya dalam tempo beberapa jam. Saat ini pun sejak buka pukul 07.00 WIB, Omah Ngopi Kopi Klotok tak pernah sepi pengunjung. Bahkan selepas pukul 13.00 WIB, pengunjung yang datang tidak bisa lagi menikmati sayur lodeh.

Menariknya, gula yang dipakai di Omah Ngopi hanya gula aren dan gula batu yang ditempatkan pada satu toples kaca bermotif lama. Pengunjung dipersilakan memilih sendiri gula tambahan itu sesuai dengan selera. Dengan cara-cara tradisional itu, rasa kopi dari kopi klotok sangatlah khas. Bahkan banyak pengunjung mengatakan, rasa kopi klotok tidak meninggalkan gatal di tenggorokan sebagaimana kopi instan pada umumnya.

demikian yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya ada di cara membuat kopi klotok 

 

 

Similar Posts