tips puasa ibu hamil

manfaat puasa bagi ibu hamil menurut islam Wajib Tau Banget !! – Bagi umat Islam, puasa merupakan ibadah kudu yang singgah cuma sebulan dalam setahun, yakni sementara bulan Ramadan. Tentunya ini merupakan ibadah yang ditunggu-tunggu dan kesempatan yang tidak ingin dilewatkan kaum Muslim untuk berlomba-lomba melaksanakan ibadah. Lalu, bagaimana bersama dengan ibu hamil yang menjalankan puasa sementara hamil?

Menjalankan ibadah puasa atau tidak merupakan pilihan bagi ibu hamil. Kemampuan menjalankan puasa sementara hamil bergantung bersama dengan kondisi ibu hamil dan janinnya apakah dalam kondisi sehat atau tidak. Namun, kalau ibu hamil selamanya memilih menjalankan ibadah puasa, tentu saja menu-menu yang dimakan sementara berbuka puasa dan sahur kudu lebih diperhatikan. Ingat bahwa janin memerlukan gizi yang baik dan pas untuk perkembangan dan perkembangan dalam rahim ibu.

manfaat puasa bagi ibu hamil menurut islam

tips puasa ibu hamil

Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk membatasi zat gizi yang ibu memberikan untuk janin. Jika asupan gizi ibu tidak cukup selama puasa, perihal ini akan berdampak terhadap tumbuh kembang janin. Misalnya, bayi akan lahir bersama dengan berat badan rendah, lebih-lebih kalau umur kehamilan sementara puasa masih terhadap trimester pertama.

Walaupun puasa selama hamil bisa memicu kondisi yang disebut “accelerated starvation” (kondisi di mana hormon yang menyesuaikan glukosa darah terganggu dan persentase glukosa darah bisa menurun drastis), tetapi kondisi ini bisa dihindari bersama dengan langkah menyesuaikan pola makan selama puasa.

Dahulu diberikan keringanan terhadap orang tua, walaupun mereka mampu berpuasa. Mereka boleh berbuka dan sebagai gantinya, mereka memberi makan satu orang miskin untuk setiap satu hari yang tidak berpuasa. Begitu pula terhadap wanita menyusui dan wanita hamil, jika keduanya takut membahayakan anak-anak mereka, maka mereka boleh berbuka dan sebagai gantinya memberi makan (orang miskin).

Wanita hamil kondisinya tersedia dua

Pertama: Dirinya kuat dan giat, tidak sukar baginya berpuasa dan tidak berpengaruh bagi janinnya. Wanita layaknya ini kudu berpuasa, dikarenakan tidak tersedia uzur bagi wanita tersebut untuk meninggalkan puasa.

Kedua: Wanita tersebut tidak kuasa berpuasa, dikarenakan hamilnya berat, atau fisiknya lemah atau dikarenakan lain. Dalam keadaan layaknya ini, hendaknya dia berbuka. Apalagi kalau beresiko bagi janinnya, kala itu dia lebih-lebih kudu berbuka.”

Similar Posts