kebun kopi gayo

Kebun kopi gayo – kebun ini sangatlah beraneka ragam dalam menanamnya. karena itu tidak lah menjadi masalah untuk proses besar pada tumbuhan.

kebun Kopi Gayo sudah ada sejak penjajahan belanda tepatnya pada tahun 1908. Perkebunan kopi ini terletak diketinggian 1200 mdpl menjadikan udara di sana sejuk dan masih asri sekelilingnya. ladang Kopi Gayo termasuk perkebunan terluas di Indoneisa Luasnya mencapai kurang lebih 39.000 hektar.

Belanda berhasil masuk ke daerah Gayo tahun 1904. Biasanya Belanda datang untuk memporakporandakan daerah yang mereka pijaki. Kali ini mereka datang untuk memberi penghidupan baru bagi masyarakat di Gayo. Belanda membuka Perkebunan Kopi Gayo di ketinggian antara 1000 – 1700 mdpl.

Dengan perkebunan baru yang dibuka oleh Belanda ini menjadikan masyarakat sekitar tahu cara mengolah kopi yang benar itu bagaimana. Meraka saling bahu membahu untuk menciptakan biji kopi yang berkualitas tinggi.

Masyarakat sekitar banyak yang menjadi petani kopi karena sangat menjajikan. Mengapa? Karena kopi yang dihasilkan di Perkebunan Kopi Gayo ini adalah Kopi jenis Arabika. Kopi Arabika sangat digemari masyarakat Indonesia dan bahkan dunia. Tak heran Kalau kopi yang dihasilkan di Perkebunan Kopi Gayo termasuk yang terbesar di Asia.

 

Tentang Kopi Gayo

Kopi yang sekarang dikenal sebagai minuman populer di seluruh penjuru dunia awalnya hanya tumbuh di Afrika, tepatnya di Ethiophia. Sebuah legenda masyhur tentang penemuan Kopi sebagai minuman adalah cerita tentang Kaldi. Kaldi adalah seorang pengembala kambing yang menyaksikan kambing peliharaannya terlihat sangat gembira setelah memakan buah dari sejenis tanaman perdu yang berwarna merah ketika sudah matang.

Kaldi kemudian mencoba merebus buah ini dan meminumnya, dia merasakan sensasi yang menyenangkan. Belakangan, mulai ditemukan cara yang lebih nikmat dalam mengkonsumsi kopi.

Dan dengan itu berakhirlah monopoli Arab pada komoditas Kopi, Belanda kini jadi pemain baru. Sejak saat itu tidak hanya Arabica yang dikenal dalam istilah kopi, tetapi juga muncul istilah JAVA untuk menyebut minuman kopi, kadang istilah ini dipadukan dengan Mocha, menjadi Mocha Java.

Ini merujuk pada Kopi Jawa yang berasal dari bibit yang dicuri Belanda di Mocha. Sekarang istilah JAVA ini menjadi lebih terkenal lagi ketika seorang programmer pecandu kopi mengabadikannya menjadi nama sebuah program komputer dengan logo secangkir kopi hangat yang mengepulkan asap.

baca juga ada di kopi arabika gayo

Similar Posts