Cara Merawat Rumput Gajah Mini

Di artikel saya kali ini akan membahas tentang cara merawat rumput gajah mini yang baik dan benar. Unuk kalian yang hobi dengan memelihara atau membudidayakan rumput hias seperti gajah mini ini pastinya harus mengetahui cara perawatannya.

Dalam perawatannya salah satu yang harus anda ketahui juga adalah Pupuk penyubur rumput gajah mini. Karena pemupukan ini adalah salah satu kebutuhan pokok tumbuhan.

Mari langsung saja simak di bawah iini tentang cara merawat rumput gajah mini yang baiik danĀ  benar.

Perawatan Yang Harus Diterapkan Untuk Rumput Gajah Mini

Selain rumput jepang, salah satu jenis rumput hias halaman rumah yang dapat ditanam di berbagai jenis-jenis rumah tinggal adalah rumput gajah mini. Tampilannya mempunyai cirikhas dan menarik akan memanjakan kedua mata Anda dengan pemandangan hijau yang indah.

Rumput gajah mini cukup populer digunakan karena proses penanamannya yang relatif mudah. Namun apabila rumput sudah selesai ditanam, bukan berarti Anda dapat melepaskannya begitu saja.

Anda juga perlu melakukan perawatan rumput gajah mini yang baik dan benar supaya rumput selalu sehat dan tumbuh subur. Berikut ini ada beberapa tips dan triknya, simak beberapa cara merawat rumput gajah mini yang dapat Anda lakukan, yakni :

1. Penyiraman

Jika waktu penanaman sudah mencapai sekitar 20 hari, Anda dapat memberikan pupuk urea atau pupuk NPK pada rumput gajah mini tersebut. Setelah sebulan berlalu, pemupukan dengan urea atau NPK dilakukan kembali.

Hal ini dilakukan bertujuan untuk menunjang kebutuhan nutrisi dan pertumbuhan rumput gajah mini. Pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk tunggal yang hanya terdiri dari campuran unsur hara seperti pupuk TSP, urea atau bisa juga berupa KCL. Atau Anda juga dapat menggunakan pupuk yang terdiri dari beragam campuran unsur hara contohnya seperti pupuk NPK.

2. Pemupukan

Dalam penyiraman rumput gajah mini dapat dilakukan dengan menggunakan gayung atau selang kecil. Hal ini dilakukan agar tidak ada genangan air yang timbul di permukaan rumput dan akhirnya menjadikan di sekitar becek.

Proses penyiraman sebaiknya dilakukan rutin 2 kali sehari dan berikan air secukupnya saja. Apabila sudah masuk musim hujan, Anda tidak perlu repot – repot lagi melakukan penyiraman karena asupan air yang dibutuhkan tanaman sudah terpenuhi.

Akan tetapi jika saat musim kemarau anda tidak boleh melupakan penyiraman rumput gajah mini. Karena di saat itu rumput gajah mini pasti membutuhkan nutrisi untuk diserapnya. Dan lakukan secukupnya saja jangan terlalu berlenihan juga. Karena jika berlebihan akan tidak baik.

3. Mengatasi gulma

Gulma adalah salah satu jenis tanaman yang dapat merebut asupan nutrisi rumput gajah mini. Untuk mengatasinya Anda dapat melakukan pembersihan gulma dengan cara memberinya obat pembasmi gulma atau mencabutinya.

Usahakan lakukan pembersihan gulma ini pada area rumput gggajah ini dengan merata. Pastikan jangan sampai ada gulma yang tersisa. Agar gulma tidak lagi merebut nutrisi yang seharusnya didapatkan rumput gajah mini.

4. Pemangkasan

Proses pemangkasan rumput biasanya dapat dilakukan dengan 1 atau 2 kali dalam sebulan. Ini adalah salah satu bentuk perawatan rumput yang perlu dilakukan supaya tampilan rumput tetap rapi dan mencegah pertumbuhan rumput-rumput liar. Usahakan disaat anda melakukan pemangkasan samakan ketinggiannya agar sama rata.

5. Penggemburan tanah

Penggemburan tanah hanya dilakukan apabila kondisi rumput sudah tumbuh secara subur. Sebab pada tahap ini biasanya tanah akan menjadi kering dan juga keras. Proses penggemburan ini dapat dilakukan dengan cara mengungkit – ngungkit tanah dengan perlahan-lahan menggunakan alat bantu berupa garpu tanah.

Hal ini bertujuan agar rumput gajah mini selalu subur dan tidak kering.

6. Pengendalian hama

Hama tidak hanya dapat menyerang berbagai jenis bunga untuk taman, namun juga pohon dan berbagai jenis rumput hias. Mengatasi hama ini sebenarnya dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman yang tidak disukai serangga.

Hama pada rumput biasanya berupa ulat yang seringkali memakani dedaunan. Penyebabnya dapat berasal dari penggunaan pupuk yang tidak terlalu steril.

Demikian artikel yang dapat saya tulis. Semoga bermanfaat. Mungkinanda juga dapat mempelajari tentang Tips Usaha Kuliner Pinggir Jalan Agar Semakin Sukses

Similar Posts