cara menyimpan dokumen penting

Cara Menyimpan Dokumen Penting – Dokumen penting biasanya terbuat dari bahan kertas yang bisa rusak, misalnya sertifikat tanah, ijazah atau surat-surat penting lainnya.

Ada berbagai macam penyebab yang dapat membuat dokumen-dokumen dari bahan kertas ini rusak, mulai dari suhu, rayap, terkena matahari langsung dan lain sebagainya. Berikut ini tips dan cara menyimpan dokumen penting yang bisa Anda coba sendiri dirumah.

Tips Dan Cara Menyimpan Dokumen Penting

Di sini akan di berikan tips bagaimana cara menyimpan dokumen penting agar tidak mudah rusak. Trik agar dokumen awet adalah:

  1. Dengan cara menaruhnya di tempat yang tidak mudah terpengaruh oleh perubahan kondisi suhu.
  2. Simpan dokumen anda di dalam map, binder atau kotak file sebelum menaruhnya di lemari atau rak.
  3. Hindari menyimpan dokumen di tempat yang terkena sinar matahari langsung, serta hindari tempat lembab yang dapat menyebabkan tumbuhnya jamur.
  4. Berikan silica gel di tempat dimana anda menaruh dokumen tersebut, (misal: box, lemari, binder atau brankas.) Sesuaikan jumlah silica gel dengan jumlah dokumen dan kondisi tempat penyimpanan. Ganti silica gel secara berkala.

Contoh Dokumen Penting

cara menyimpan dokumen penting

1. Akta Kelahiran

Merupakan adalah bukti kelahiran dan berisikan keterangan kelahiran seseorang. Akta berisikan nama anak, hari dan tanggal dan tempat lahir anak, nama orang tua dan juga kota/kabupaten tempat akta kelahiran ini di buat. Setiap anak harus memiliki akta kelahiran.

2. Ijazah

Merupakan tanda bukti lulus sekolah. Ijazah disebut juga Surat Tanda Tamat belajar (STTB). Ketika kalian lulus TK kalian mendapatkan ijazah TK. Nanti saat kalian lulus dari SD/MI makan kalian akan mendapatkan ijazah SD/MI. Ijazah merupakan dokumen penting. Ijazah harus disimpan dengan baik

3. KTP

Merupakan singkatan dari Kartu Tanda Penduduk dan bukti diri seseorang. KTP menyatakan kita warga negara Indonesia.

Saat ini kalian belum memiliki KTP. Kartu Tanda Penduduk ini diberikan ketika kalian berusia 17 tahun. Sebelum usiamu 17 tahun, kalian belum punya KTP.

KTP digunakan untuk mengurus berbagai hal. Misalnya, untuk membuka tabungan. KTP digunakan sebagai dokumen diri di bank.

4. SIM

Merupakan singkatan dari Surat Izin Mengemudi untuk mengendarai kendaraan. Misalnya, izin untuk mengendarai mobil atau motor. Ayah mengendarai motor. Ayah harus membawa SIM motor.

Jika tidak, ayah melanggar peraturan. Jika melanggar, ayah akan ditilang. Ada beberapa jenis SIM, yaitu: SIM A untuk mengendarai mobil, SIM B untuk mengendarai bus, truk dan kendaraan besar dan SIM C untuk mengendarai motor.

5. Buku Rapor

Apa kalian punya buku rapor? Buku rapor berisi laporan hasil belajarmu. Kalian dapat melihat nilai setiap mata pelajaran. Buku rapor dibagikan setiap akhir semester.

Buku rapor adalah dokumen penting. Apakah rapor kelas satumu bagus? Sekarang kalian harus rajin belajar. Agar nilai di rapormu lebih bagus. Jika rajin belajar nilai rapor akan bagus. Jika malas nilai rapor akan jelek

6. Kartu Keluarga

cara menyimpan dokumen penting

Kartu Keluarga atau KK adalah dokumen yang dimiliki setiap keluarga. Dalam KK terdapat informasi seluruh anggota keluarga. Yang tertulis paling atas biasanya adalah kepala keluarga.

Dalam KK terdapat informasi tanggal lahir, pekerjaan dan agama anggota keluarga. KK dibuat oleh kantor kecamatan. Dalam KK terdapat tanda tangan kepala keluarga dan juga camat.

7. Sertifikat Tanah

Sertifikat atau akta tanah adalah dokumen milik keluarga yang menunjukkan bukti kepemilikan sebidang tanah. Akta tanah ini dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

8. Buku Nikah

Merupakan sebuah buku yang menunjukkan bahwa seseorang telah menikah. Buku ini dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA). Buku nikah ada dua, yaitu untuk ayah berwarna merah dan untuk ibu berwarna hijau.

Itulah beberapa tips dan cara menyimpan dokumen penting serta beberapa contoh dokumen penting. Simpanlah dokumen tersebut dengan baik karena sangat berguna untuk ke depannya, untuk itu agar lebih aman jangan lupa untuk menyimpannya di brankas.