Cara Mengelola Pakan Ternak Organik

Di artikel saya kali ini akan membahas tentang cara mengelola pakan ternak organik yang mudah dilakukan. Untuk para peternak harus mengetahui cara mengelola pakan ternak organik yang baik dan benar. Hal ini bertujuan agar pakan ternak dapat awet.

Setelah anda mengetahui tentang jenis pakan ternak mari langsung saja kita bahas tentang cara mengelola pakan ternak organik.

Penyediaan Dan Pengelolaan Pakan Ternak Organik

Dalam penyediaan ransum pakan ternak organik harus selalu mempertimbangkan hal – hal berikut ini :

  • Kebutuhan ternak mamalia berumur muda untuk mendapatkan susu alami dari induknya
  • Proporsi bahan kering dalam ransum pakan harian herbivora harus mengandung tanaman segar atau kering atau dapat juga silase
  • Hewan berlambung ganda (polygastric) tidak harus diberi makan silase secara eksklusif
  • Dibutuhkan serealia dalam masa penggemukan unggas
  • Dibutuhkan tanaman yang masih segar atau kering bisa juga silase dalam ransum harian babi dan unggas.

Sedangkan untuk pembuatan pakan ternak organik sendiri biasanya dilakukan melalui beberapa tahapan berikut ini:

  • Identifikasi dari bahan pakan ternak organik
  • Pembuatan pakan ternak
  • Pengemasan pakan ternak
  • Penyimpanan pakan ternak

Identifikasi Bahan Pakan Ternak Organik

Bahan pakan bisa dinyatakan bahan pakan organik, apabila bahan pakan ternak tersebut berasal dari pembudidayaan pertanian organik. Bahan pakan dapat diberikan untuk hewan ternak yang sebagian atau keseluruhannya, dan dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan pada hewan ternak.

Jeni pakan hijauan kering : Hijauan kering mempunyai kandungan energi yang cukup rendah dan kandungan serat kasar yang tinggi pada umumnya mencapai di atas 18 persen. Serta mengandung kadar air kurang lebih 10 persen. Contoh dari pakan hijauan kering adalah : hay, jerami, fodder, stover dan sekam.

Sumber energi yaitu salah satu produk yang mengandung protein kurang dari 20% dan kandungan serat kasarnya kurang dari 18%. Contohnya seperti dedak halus, sorgum, onggok, mollase (tetes tebu) sugar cane molasses, biji jagung, bekatul.

Sumber protein yaitu salah satu bahan pakan ternak yang mengandung protein lebih dari 20%. Umumnya bahan ini berasal dari bagian tubuh hewan contohnya: tepung ikan, bungkil kelapa sawit, bungkil kedelai.

Sumber mineral yaitu salah satu bahan yang mengandung mineral yang dibutuhkan oleh ternak. Contohnya: tepung tulang, tepung dari cangkang kerang. Sumber vitamin yaitu bahan yang mengandung vitamin seperti A,D,E, dan lain-lain.

Pembuatan Pakan Ternak

Sebelum melakukan pembuatan pakan ternak, perlu dilakukannya penyiapan peralatan yang akan dibutuhkan. Pembuatan pakan ternak organik dimulai dengan menyusun formula ransum. Berdasarkan formula ransum tersebut, selanjutnya mengidentifikasi dan menimbang bahan pakan harus sesuai dengan formula ransum.

Langkah selanjutnya adalah mencampurkan bahan pakan dengan diawali dari kuantitas bahan pakan dari sedikit hingga yang paling banyak. Hal ini dimaksudkan untuk supaya hasil pencampuran bahan pakan benar – benar homogen. Pencampuran bahan pakan ternak sebaiknya dilakukan dalam jumlah sedikit demi sedikit. Bisa dilakukan dengan secara manual. Sedangkan dalam jumah besar, dilakukan dengan misin (mixer).

Pengemasan Pakan Ternak

Pengemasan pakan ternak dapat dijadikan sebagai usaha perlindungan terhadap pakan ternak dari segala macam kerusakan dengan cara menggunakan wadah. Sehingga pengemasan bertujuan untuk tetap melindungi atau mengawetkan pakan ternak.

Fungsi utama dari bahan kemasan pakan ternak mempunyai  , yaitu :

(a) Menjaga pakan ternak agar tetap bersih dan melindungi dari kotoran dan kontaminasi lainnya

(b) Melindungi pakan ternak dari kerusakan fisik, perubahan kadar air, oksigen dan penyinaran (cahaya)

(c) Mempunyai fungsi yang cukup baik, efisien dan ekonomis khususnya dalam proses pengepakan. Yaitu selama penempatan bahan pangan ke dalam wadah kemasan

(d) Mempunyai kemudahan dalam membuka atau menutup dan juga memudahkan setiap tahap penanganan, pengangkutan dan distribusi

(e) Mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang tersedia

(f) Menampakkan identifikasi, informasi dan penampilan yang sangat jelas.

Demikian artkel yang dapat saya tulis tentang Cara Mengelola Pakan Ternak Organik. Semoga bermanfaat. Mungkin anda juga tetarik untuk mempelajari tentang Pembuatan Pakan Fermentasi Em4 Yang Praktis Dan Mudah.

Terimakasi sudah menyempatkan waktu untuk menyimak artikel ini.

Similar Posts